Sejenak Memandang

Loading...

terulang

Mulai menatap dunia dengan lebih apa adanya.
semua hal tetap akan berjalan seperti seharusnya, suka atau tidak Dew!
Jika ia berlalu tidak seperti yang kau harapkan, maka tersenyumlah.
tidak ada yang salah dengan hati!
begitupun, tidak pula ada yang salah dengan rasa!
lalui saja, Dew... just pass through it!
toh ujungnya belum terlihat... untuk apa kau menerka-nerka apa jadinya sekarang!
jika galau itu makin menggundah,
percayalah ada akhir bagi tiap-tiap kisah
percayalah! karena semua itu telah jelas tertulis.

"melupakan sejenak... biarkan ia berlalu bersama semilir angin yang berhembus pergi, jika dia datang kembali maka mungkin akan menjadi katrina."

(penghujung bulan-sebentuk resah-menunggu angin sepoi menghembusnya pergi, 31 Januari 2011 15.16)

friend. story. and journey.


Dia mendekati saya, put her gloomy face. Saya tau ada yang ingin dia tanyakan tapi  masih terlalu ragu untuk dia utarakan. Saya diam. Menatapnya dua tiga kali. Membiarkan dia mencari caranya sendiri, dan menunggu pertanyaan itu muncul, “ Dew, lebih pilih mana: tau yang akan bikin sakit atau mending ga tau dan tentu ga bikin sakit?”

Pertanyaan berat menurutku, saya ga bisa langsung jawab dengan sesuatu yang saya pikirkan sekarang. To the point dan menohok. Saya harus menjawabnya dengan memikirkan perasaan dia sekarang. Dan itu yang bikin susah. She felt it, not me. Saya mungkin pernah merasakan hal itu, times ago. tapi ga menjamin masalah kami sama bukan?!

Saya menatapnya lagi. What a gloomy face she had. Saya pernah seperti itu, I’ve told you before. Pada saat itu, saya cukup sadar untuk tau jawaban yang harus saya ambil tanpa bertanya atau menceritakan kepada seseorang, but I knew it would be make me feel better if I do it. Saya tau dia pun mungkin merasakan itu sekarang. Sudah tau tapi mungkin masih tak cukup yakin.

Jadi jawaban mana yang lebih baik menurutku? Yang mungkin juga dalam hatinya dia telah lama mengiyakannya, bahkan sebelum bertanya padaku.

Saya memilih mengetahui lebih cepat meski itu bikin sakit. Yeah. Sebelum terlalu jauh. Sebelum bikin luka lebih besar dan susah sembuh. Dan selagi saya masih bisa menikmati apa yang masih tertinggal. Memilih untuk ga tau apa-apa, tidak menjamin kita ga akan sakit nanti. Rasa itu malah bahkan akan semakin menggerogoti nanti, karena kita membiarkannya terhanyut. Saat itu terjadi lukanya telah semakin besar menganga, dan bernanah pelan-pelan.

Mari kita bertanya, apakah selama ini kita ternyata merasakan apa yang teman blog saya katakan sebagai menyayangi yang bikin sakit? Cara terbaik adalah menghadapinya sekarang. Mengetahui lebih cepat membuat kita mempersiapkan hati. Berdamai. Dan menerima.

The most important trip you may take in in life is meeting people halfway – Henry Boye
Bukankah cukup menyenangkan. Pernah bertemu seseorang dan mengenalnya.


Ternate.
For a friend I’ve met her halfway.
Ganbatte ne :)

Lady Gaga vs The World


Lady Gaga dilarang konser di Indonesia. Ga ngaruh buat saya. Saya ga mengidolakan dia. Saya ga tau banyak soal dia. Betulkah gayanya agak-agak, maaf, erotis, atau bahwa dia memuja setan, saya ga tau banyak soal itu. Kebanyakan keyword yang saya pake buat gugling adalah mencari YUI, lagu, lirik, dan kehidupannya yang ternyata susah banget dicari, even buat google. Trus, hubungannya sama larangan konser Lady Gaga apa, Dew? Hm.. saya cuma mau berpendapat aja sih, saya ga mau dan ga berniat menyalahkan pihak manapun. Tapi kalo dibilang konsernya dilarang karena bertentangan sama agama, saya agak gimana-gimana. Yang salah siapa kalo gitu, Lady Gaganya yang sok controversial atau orang yang mau-maunya nge-fens sama dia. Emang bodoh, sok bodoh, atau mau-maunya dibodohi? Saya sendiri ga mau sok alim ikut-ikut ngelarang, toh bagimu agamamu bagiku agamaku kan. Akhirnya nanti tetap dilarang atau jadipun, whatever deh, saya ga nonton ini.

Saya suka YUI, kalo tanya kenapa, saya bingung juga jawabnya. Seperti rasa sukaku yang lainnya, tombol power dihati, ada yang nekan, menyala merah, berkedip dua kali, lalu jadi suka. Setelah itu, alasannya berdatangan dengan sendirinya. Karena dia pekerja keras, karena dia mandiri, karena teguhnya, karena cantiknya, karena dia pintar meski cuma lulusan SMP, dan karena dia ga seronok untuk bisa terkenal. That’s it.

Kalo bicara konser. Apapun itu. Siapapun yang mo konser. Dimanapun. Saya ga begitu tertarik. Kenapa? Karena siapapun yang konser, meski bukan Lady Gaga, tetap harus ada yang dikorbanin, saya ga sedang bicara soal harga tiket yang lumayan gede itu. Tapi soal waktu. Dari mulai ngantri, nonton, ampe selesai, berapa jam yang terbuang coba? Worth it kah? Mending kalo kamu cukup beruntung, yang bagi saya engga, hanya meninggalkan satu waktu sholat, gimana kalo lebih dari itu? :(

Makanya kalo YUI jadi ke Indonesia, dan bikin konser, semoga Allah sayang sama saya. Siapa tau saya bisa tetap nonton dan ga ninggalin satu waktupun :)


Ternate.
Saat libur panjang. Dan I'll Remember You mengalun disampingku.
10.25 19052012

Libur t'lah tiba

Hore.. Hore.. Hore... #Nyanyi lagunya Tasya Kamila ga pake joget-joget

Apa yang kamu sudah siapkan, Dew?
Hm.. Bikin cheklist..
1. Tuntunan Belajar Bahasa Jepang yang bersusah payah telah dibikin sama Mas Argo dan Tae Kim-san
2. Kamus Jepang-Indonesia Indonesia-Jepangnya Mba Andini Rizky
3. Tabel kecil huruf Kana yang dipersiapkan dalam rangka kalo-kalo butuh contekan
4. 500 list lagu bahasa Jepang yang siap menemani :)

lalu??
Cukup itu dulu deh, mumet mikirin kanji yang 2000 buah itu.. #ngelirik si Nihu yang udah sembuh.. bisa nyontek di Web.. Yippie...

1... 2... 3...

Dan siaplah saya bertualang.. meski belum ke sana.. yup.. ketempat yang tumbuh bunga Sakura... tapi kalo udah kayak gini sih fullfilled dah :)




Liburan yang kekanak-kanakan, saya akui..
tapi yang pasti saya bukan anak-anak :)


Ternate.
Ruang Kantor saat sunyi.
17.50 16052012

terlalu banyak senyum hari ini?
Ureshikute... Ureshikute... Ureshikute... *senyumhinggakehati*

To: Noey Hikari

Tes tes tes...#tes mike do.. :D

Hadoh, be bingung mo balas bagemana deng bahasa ceplosceplos gayaku lewat sms, nek.
C lae sms so tengah malam, galau kah? Huahahaha... B so tidor sayang... :p

Hm...
Pada suatu ketika, si Wahyu yang aneh bin ajaib itu pernah bilang beta, tarada angin apalagi hujan. Kira-kira begini katanya, " Sit, kasihan yah cewek itu. Mereka hanya bisa milih lakilaki yang milih mereka." Serius sekali toh, Wahyu gitu lho, tentu saja be jadi mikir juga. Mengiyakan dalam hati. Lalu sedih *Jongkok disudut ruangan sambil ngelap ingus... Huahaha boong banget...

Intinya Noey yah, be pikir memang benar katong (mungkin) hanya bisa milih laki-laki yang datang ke katong, tapi bagemanapun katong tetap punya hak pilih toh... Percaya deh.. Memilih bukan berarti jual mahal kan. Karena memang ga ada maksud buat milih-milih. Ngapain juga coba?! Tapi memutuskan hal 'ini' mau tidak mau kita tetap harus pilih yang tepat toh. Ais aja setuju dengan pilihan ini pas gencar-gencarnya Pak Tofan menjodoh-jodohkan orang. Lha ini kan keputusan untuk bersama dengan seseorang selama sisa hidupmu. Ini bukan hanya pacaran atau kisah yang hanya sekali sekali aja ketemunya. Be tau se bukanlah tipe orang yang akan memutuskan hal ini secara terburu-buru hanya karena ada alasan yang kita semua kenal dengan umur #waktu itu menyebalkan :p

Tapi ya itu Noey. Be z bisa bertanggung jawab sama apapun keputusanmu. Ose yang paling tau mana yang terbaik versimu dan versiNya. C yang menjalani. Yang merasakan.

Dan untuk permasalahan yang sama yang sedang menjangkiti beta. Be memilih bersabar, Nek. Dan bagemana denganmu? Hm.. its your choice! Karena b tau c lebih bijak dari beta. :)

Conquer the Town

Menempuh Hujan Lebat dan Perjalanan Panjang menahan dingin, Naik turun tebing. Demi Pantai berpasir putih ini. :)





Perhentian ke 4 karena hujan. Perhatikan tanda jalan diatas deh, aneh kan maunya brp km/jam??? Hajar 100, Dil.. :p

Eksis ditengah ketakutan tenggelam karena ga bisa berenang.



Pantai Sulamada-Ternate-Maluku Utara. 06052012





Hm...


Apa itu pernikahan?

Pada sore yang tenang, aku dikagetkan sama mendekatnya mamah, dan dipaksa mendengarkan sms. Hal ini sih biasa terjadi, ketika si mamah sendirian seharian dirumah. Ga ada teman. Dan gemas menunggu saya pulang kantor untuk sekedar membacakan kembali sms yang telah dibacanya sebelumnya, dari entah kawan mana lagi kali ini. Tapi kali ini berbeda, ada tekanan saat beliau mengucapkan, “Wi, dengar do. Ada sms.” Dan saya pun mendengarkan, sekedar menyenangkan hatinya. Dan kabar itupun datang, kawan-kawan. Gua mau dilamar. Yup, bener.. Gua mau dilamar.. #diulang lagi biar jelas. Sayapun terkesiap sodara-sodara… #kok jadi ngelantur gini… oke serius mulai sekarang. Aku jelas aja kaget. Lha ini siapa yang mau datang ngelamar. Namanya aja saya ga tau. Wajahnya kayak gimana. Ini mah beda dengan acara lamar-lamaran gaya keluarga tempo dulu, saat saya baru lulus esema dan diminta jadi mantu mereka, gara-gara ga rela anaknya jadian sama anak entah siapa. Sms itu terdengar amat serius. Diikuti dengan telpon sekali ke nomor mamah yang katanya mo nanya saya dulu. Langsung terbayang kejadian menyenangkan khas anak muda tadi, saat ngumpul degan Budi, Idam, Dilla, dan Indah di Tapak diikuti makan Bakso Bakar setelahnya. Goodbye, masa muda #dadahan pake saputangan putih.

Menikah itu seperti apa sih?
Yang saya bayangin sebelumnya, menikah itu saat kita menikmati di imami seseorang pas shalat malam. Puasa sunnah bareng. Sahur dan buka sama-sama. Ada seseorang yang diajak becengkrama malam-malam. Dibonceng ke kantor. Seseorang yang dengannya saya tau kehidupan saya kedepannya akan baik-baik saja. No matter happen. Tapi ga hanya itu kan?! Makanya aku selalu mikir ingin nikah sama teman kecil saya, dimana saya amat telah sangat mengenal dia, dan dia amat mengetahui kenakalan serta kejahilan saya. Tapi ga mungkin bakal terjadi kan, Dew. Bukankah kamu yang menjadikannya tak mungkin lagi. Lagian liat aja foto profil fesbuknya, dengan gagahnya bersanding dengan pacarnya yang ga ku kenal itu. #Jangan galau..

Back to the present time... kumaha?
Kata Neng Siska, “ Kata bu Ipah kalo ada mapan dan dia sholeh ngelamar g boleh ditolak, ntar jodohnya jauh.” (Buat teman-teman yang tau hukumnya, ini benar apa g? seingat saya sih ada hadistnya juga sih.)

Nah kan, makin galau aja akunya. “Sholat istikharah dulu kak.” Saran lagi dari eneng… iya juga ya, kok gua jd goblok gini.. hm.. kira-kira jawaban yang dikasih Tuhan kayak apa y??

Ngeliat diri sendiri. Hm… udah 23…
Eh, baru 23 ding… :)

(Masih ada setengah tahun lagi menuju 24, 04 Mei 2012 21.48)